Meninggalkan kesenangan demi Tuhan
Sebagai seorang pribadi Musa memiliki potensi untuk sukses didalam hidupnya. ia dididik dengan pola pendidikan yang terbaik (pada saat itu), memiliki kemampuan untuk memimpin, memiliki kepedulian terhadap sesama. Bila Musa memiliki sebuah cita-cita untuk menjadi seorang pemimpin besar dalam hal politik atau ekonomi ada kemungkinan dia bisa berhasil mencapainya. Saya tidak tahu Musa punya cita-cita apa pada saat dia muda, tetapi yang jelas dia telah menghabiskan hidupnya hanya untuk mengikut dan menjalankan panggilan Tuhan yang "tidak enak". Sepanjang hidupnya hanya mengurusi "kepentingan" bangsa Israel saja. Jauh dari cita-cita seorang manusia yang menginginkan kesuksesan dan kebesaran dunia. Ya itulah Musa, dia rela menanggalkan segala cita-cita, keinginan dan hasratnya sebagai manusia demi memenuhi panggilan Tuhan.
Comments