HATI YANG SUNGGUH
Sebuah perenungan tentang ketaatan Musa kepada Allah
Kira kira, dengan hati yang seperti apakah Musa pergi kepada Firaun
Kira kira, dengan hati yang seperti apakah Musa pergi kepada Firaun
- Bisa jadi Musa pergi dengan hati yang terpaksa. Musa tahu akan mengeraskan hatinya dan menolak Firman Tuhan oleh sebab itu diapun menyampaikan Firman Tuhan dengan asal-asalan, karena dia pikir "toh yang penting disampaikan, disapaikan sungguh-sungguhpun Firaun akan menolak juga" atau
- Dengan hati yang penuh kemarahan. Dengan semangat dia pergi untuk menyapaikan berita penghukuman karena dia berpikir . "lihat apa lagi yang akan dilakukan Tuhan ... a ha ... rasain lu Firaun ..." atau
- Musa pergi dengan hati yang sungguh, karena dia mau TAAT kepada Tuhan. Walaupun dia tahu Firaun akan menolak, walalupun dia tahu apa yang disampaikannya ibarat membentur tembok. Tapi Musa tak pernah lelah, bosan atau setengah hati untuk menyampaikannya. Musa pergi dan menyampaikannya dengan hati yang sungguh karena bagi dia yang penting adalah saya TAAT kepada Tuhan, dan TAAT itu harus dengan segenap hati.
Mari kita kembangkan hati yang TAAT kepada Tuhan dengan sungguh.
Comments