Ezra 10

Pertobatan harus disertai dengan tindakan

Mengapa Ezra meminta bangsa Israel untuk melakukan perintah Tuhan? Pengakuan dosa yang tidak disertai perbuatan bukanlah pengakuan dosa sejati. Pengakuan dosa tidak boleh hanya sebatas ucapan dibibir saja, melainkan harus ada tindakan yang menyertainya, sebagai bukti bahwa kita memang sungguh-sungguh mau meninggalkan dosa. Ezra meminta supaya bangsa Israel memutuskan setiap hubungan dengan dosa di dalam pernikahan mereka. Ini sebagai bentuk komitmen bahwa bangsa Israel mau meninggalkan dosa dan belajar hidup kudus di hadapan Tuhan. Pengakuan dosa yang dilakukan Ezra bukan hanya berlaku bagi sebagai orang saja tetapi berlaku secara menyeluruh, bahkan para imam (ay. 18) dan para penyanyi serta penunggu gerbang (ay. 24) pun tak luput dari teguran agar bertobat. Ini menandakan bahwa Allah menginginkan seluruh umatNya kudus, mulai dari para pemimpin, pelayan sampai kepada awam. Inilah pembaharuan rohani yang dilakukan oleh Allah melalui Ezra. Allah mau bukan hanya bait suci yang dibangun secara megah tetapi hati setiap orangpun harus dibangun bagi Allah, sebab di hadapan Allah hati dan tubuh kitalah bait suci yang sebenarnya.
*Seara sederhana, integritas berarti melakukan apa yang kita katakan dan kejujuran berarti mengatakan apa yang kita lakukan. Integritas dan kejujuran adalah dua hal yang selalu berjalan berdampingan dan tak dapat dipisahkan, dimana ada integritas disitulah harus ada kejujuran. Dimana ada kejujuran disitulah harus ada integritas. Demikian juga pada waktu kita mengaku dosa dihadapan Allah. Kita harus mengaku dengan mulut kita (kejujuran), tetapi harus ada tindakan untuk menjauhi dosa (integritas) [RY]

1 Korintus 6:19
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?”

Comments

Popular posts from this blog

Tali Sipat

TAK ADA ALASAN