Don't Take It Away

Sebuah perenungan mengenai perjalan hidup dan iman Musa

Bagi Musa tugas yang diberikan oleh Allah kepadanya sangat teramat berat, karena mau tak mau dia harus kembali ke masa lalu dalam hidupnya yang ingin dan "sudah" dia tinggalkan. Tetapi Allah tetap memanggil Musa untuk pergi, meninggalkan zona nyaman dan "kembali" untuk menghadapi masa lalu demi sebuah tujuan yaitu nama Tuhan dimasyurkan di antara orang Mesir dan Israel.
Langkah yang harus diambil oleh Musa sungguh berat, - saya yakin bila dia diberi pilihan untuk menolak maka diapun akan menolaknya - berapa kali dia mencoba untuk menolak permintaan Allah tersebut dengan berbagai alasan - termasuk ketika dia menghadapi kenyataan bahwa jalannya yang dia tempuh ternyata menghadapi penolakan dan disalah mengerti - tetapi Allah mau supaya Musa tetap pergi walaupun Harun yang akan menjadi juru bicaranya.
Allah sudah menyatakan tujuanNya dan Musa, pada akhirnya tetap taat dan pergi memenuhi panggilannya. Berat tetapi harus taat. Taat walaupun berat. Itulah yang dilakukan oleh Musa. Demi Kemasyuran nama Allah, Musa taat dan rela menempuh segala kesulitan, penolakan dan disalah mengertikan. Kalau memang kesulitan itu untuk menyatakan kemasyuran nama Allah "don't take it away", "I will obey and walk through it".

Comments

Popular posts from this blog

Tali Sipat

TAK ADA ALASAN