Posts

Showing posts from January, 2008

Iman Yang Berasal Dari Pendengaran

Keluaran 14 Tekanan hidup dapat membuat seseorang berubah. Bisa lebih baik atau lebih buruk. Ada orang yang memiliki daya elastisitas yang tinggi sehingga dia berpikir untuk tidak menyerah terhadap tekanan, justru tekanan tersebut dimanfaatkannya sebagai sarana untuk membuat dia melambung lebuh tinggi. Tetapi ada orang yang memiliki daya elastisitas yang rendah, doa hanya menerima keadaan dan menyerah kepadanya, alhasil kondisinya menjadi lebih buruk. Tekanan dapat juga mempengaruhi iman. Oleh sebab tak heran jikalau banyak orang kristen yang meninggalkan Tuhan karena tidak tahan terhadap tekanan. Tetapi ada juga yang mampu tetap bertahan walalupun hidup dibawah tekanan, salah satunya adalah Musa. Tekanan apa yang dihadapi oleh Musa? environment Alam . Alam sekita Musa adalah Alam yang sangat tidak menguntungkan. Di hadapan terbentang luas laut teberau yang tidak mungkin mereka seberangi (karena mereka tidak memiliki kapal atau perahu), dan disekeliling mereka terbentang padang ...

Ulangan 3

PEMIMPIN YANG LEGOWO Legowo (ikhlas, berlapang dada, menerima dengan tersenyum) adalah sebuah kulaitas pribadi yang enak untuk dibicarakan tetapi sulit untuk dilakukan. Kita bisa mudah mengatakan kepada orang lain "ya, kamu harus legowo", tetapi coba bayangkan bila kita berada diposisi yang sama, apakah mungkin dapat melakukannya juga. Musa, setelah melewati bbanyak kemenangan di dalam hidupnya, dinyatakan oleh Allah bahwa dirinya tidak akan pernah menginjak kanaan. Musa mencoba untuk memohon kasih karunia Tuhan, tetapi jawaban Tuhan tetap TIDAK. Dan luar biasa, Musa menerimanya dengan legowo. Mengapa? karena Musa tahu bahwa Kanaan bukan segalanya (bdk. Ibrani 11:39-40). Kepuasan Musa bukan terletak pada Kanaan, tetapi Allah. Ya, pengalaman hidup bersama dengan Allah jauh lebih memuaskan Musa dari pada Kanaan. Itulah yang membuat Musa tetap bisa legowo.

MELATIH KEPEKAAN

Pernahkan kita bayangkan apa saja yang harus kita ambil dan apakah yang tidak boleh kita ambil dalam hidup ini? Mungkin belum pernah, karena kalau mau jujur, kita sebagai manusia lebih cenderung mau memiliki semuanya. Kita ambil contoh saja dalam hal mengembangkan gereja, terkadang kita mau gereja kita menjadi gereja supermarket, dimana semua ada dan tersedia di dalam gereja itu, padahal pada kenyataannya hal tersebut tidak akan pernah bisa tercapai oleh sebuah gereja manapun. Rick Warren menyatakan bahwa butuh begitu banyak gereja untuk menjangkau banyak orang dan melakukan banyak orang. Oleh sebab itu kita mau tak mau harus memilih dan fokus kepada satu atau dua hal. Tetapi masalahnya hal mana yang harus kita ambil, yang tepat dan sesuai dengan apa yang Tuhan inginkan? disinilah kita butuh sebuah kepekaan terhadap suara Tuhan. Seperti Musa, dia sangat peka terhadap suara Tuhan sehingga dia tahu betul mana daerah yang harus dia ambil dan mana daerah yang tidak boleh dia ambil. So, ban...

Ulangan 2

PEMIMPIN YANG MEMILIKI RASA CUKUP Salah satu sifat manusia yang negatif adalah rasa tidak pernah cukup, punya mobil satu mau beli yang lebih bagus, punya rumah satu mau beli yang lebih besar bahkan kalau bisa beli dua atau tiga, perusahaan akan terus ekspansi selama masih memiliki kesempatan untuk ekspansi. Tidak demikian dengan Musa, dalam perjalanannya menuju Kanaan ada beberapa daerah yang diberikan oleh Tuhan tetapi ada daerah-daerah yang Tuhan tidak berikan, misalnya Moab. Mengapa Tuhan tidak berikan? tidak tahu, Alkitab tidak menjelaskannya, yang jelas Tuhan pasti memiliki alasan yang kuat untuk itu. Dan Musa mentaatinya. Musa tidak menganggap bahwa semua negeri yang dia lewati sebagai sebuah kesempatan untuk expansi, mumpung lagi jaya dan kuat serta Tuhan beserta dengan mereka. Musa adalah pemimpin yang memiliki rasa cukup, karena kepuasan dia hanya ada pada Tuhan.

Ulangan 1:34-46

PEMIPIN YANG TAK BOSAN UNTUK MENYAMPAIKAN KEBENARAN Saya paling males bila bertemu dengan orang yang tak pernah mau mendengarkan. Saya pernah menyampaikan beberapa hal kepada teman, ya boleh dikatakan sebagai nasehat atau masukkan yang tentunya berdasarkan pengalaman pribadi, misalnya tentang etika dalam pelayanan, tetapi berapa kali saya menyampaikan dia tidak mau mendengarkan dan akhirnya dia jatuh kedalam kesalahan yang pernah saya alami atau orang lain alami. Kadang saya mengurt dada sambil bergumam "udah saya kasih tahu tidak percaya sih ... ah cape dehhhh". Dengan orang yang seperti ini saya jadi males berbicara lagi , "ah sekarep mu dewe lah" saya bilang. Musa, kalau mau bicara bosen, mangkel, mengurut dada, pasti lebih dari sekedar itu. Sudah berkali-kali dia menyampaikan kebenaran firman Tuhan tetapi beberpa kali juga bangsa Israel tidak mau mendengarkannya, dan beberapa kali Israel jatuh karena kesalahan sendiri. Tetapi karena salah satu tugas Musa ...

Ulangan 1:19-33

PEMIMPIN YANG MAU MENDENGAR USULAN Tidak mudah bagi seorang pemimpin untuk mendengar usulan dari bawahannya. Mengapa? karena dosa yang sering melekat dan sulit untuk dilepaskan dari seorang pemimpin adalah kesombongan. Biasanya pemimpin menempatkan diri selalu diatas orang yang dipimpinnya, termasuk dalam hal pengetahuan, sehingga tidak jarang sipemimpin merendahkan pengetahuan bawahannya. Berbeda dengan Musa. Musa adalah seorang pemimpin yang mau mendengar bawahannya. Ketika dia berencana untuk memimpin Israel masuk kenegeri Kanaan, ada beberapa orang yang mengusulkan agar mengutus beberapa orang untuk mengintai terlebih dahulu. Sebenarnya tanpa mengintai Musa sudah tahu bahwa negeri itu pasti akan dikalahkan, karena Tuhanlah yang berperang untuk mereka. Tetapi Musa tetap memandang baik usulan tersebut dan menerimanya serta menjalankannya. Musa adalah seorang pemimpin yang mau mendengar usulan bawahannya.

Ulangan 1:1-18

PEMIMPIN YANG MAU MENGAKUI KELEMAHAN ATAU KEKURANGAN DIRI Walau bagaimanapun seorang pemimpin tetaplah manusia yang memiliki keterbatasan. Musa dapat dikategorikan sebagai pemimpin yang baik dan hebat, tetapi yang paling hebat dari dirinya adalah berani mengakui kelemahan, kekurangan dan keterbatasan diri. Ketika Musa berhadapan dengan umat Tuhan yang begitu banyak, dia menyadari bahwa dirinya tidak mungkin melayani sendirian, oleh sebab itu dia memilih beberapa orang yang bijaksana, berakal budi dan berpengalaman untuk membantu dirinya dalam mengatasi setiap perkara yang ada dalam kehidupan umat Tuhan. Beranilah untuk mengakui keterbatasan tanpa harus merasa gengsi.

Ulangan

PEMIMPIN YANG MAU MENULIS Ulangan adalah catatan atau buku harian yang ditulis sendiri oleh Musa. Bagaimana Musa mencoba untuk menuliskan semua pengalamannya dalam hal hubungannya dengan Allah, Israel dan Israel dengan Allah. Tulisan ini penting bukan hanya menjadi sebuah dokumentasi berharga tetapi juga menjadi sebuah pembelajaran dan ingat-ingatan bagi umat Allah mengenai apa yang diinginkan Allah, kejatuhan dan kebangkitan mereka sebagai umat Allah. Ya, menulis memang tidak mudah, karena kita harus kembali merangkai kata-kata dan memilih kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang ada dalam hati dan pikiran kita, tetapi lebih tidak mudah lagi untuk meluruskan motivasi menulis. Musa menulis karena dia menginginkan bangsa ini belajar dari kesalahan dan kebaikan mereka selama melintasi padang gurun.

SPIRITUAL LEADERSHIP

Kepemimpinan Rohani adalah hal yang sangat berbeda dan jauh lebih sulit dibanding dengan kepemimpinan pada umumnya. Mengapa demikian? mari kita simak beberapa perbandingan dibawah ini? Tujuan kepemimpinan secara umum adalah mewujudkan visi misi yang sudah jelas, sudah tertulis dalam diri si pemimpin atau perusahaan. Sedangkan tujuan kepemimpinan Rohani adalah mewujudkan visi misi Tuhan yang empunya kerjaan, yang walalupun sudah tertulis dalam Alkitab tetapi tetap harus melewati sebuah relasi secara pribadi denganNya Kepemimpinan secara umum dapat dijalankan dengan cara memberi tekanan kepada pengikut kita, tetapi Kepemimpinan Rohani bersifat sukarela, orang boleh memilih ikut kita atau tidak Kepemimpina Rohani membawa setiap orang mau tidak mau harus mengikuti apa maunya kita atau perusahaan, tetapi Kepemimpinan Rohani membawa orang untuk taat kepada perintah Tuhan, yang secara notabene mereka memiliki kehendak bebas untuk melakukannya Kepemimpinan Umum dapat memberikan punishment la...

Keluaran 40

SPIRITUAL LEADERSHIP Apa yang membedakan kepemimpinan sekuler dan kepemimpinan rohani? jawabannya adalah tujuan. Kepemimpian sekuler memiliki tujuan yang berpusatkan pada diri si pemimpin atau lembaga yang membawahinya, sehingga tujuan yang dikejar adalah bagaimana keinginan si pemimpin tercapai atau kemajuan perusahaan tercapai. Sedangkan kepemimpinan rohani berpusatkan kepada Allah. Sehingga tujuan akhirnya adalah ketaatan kepada Allah dan kemuliaan Allah. Musa adalah pemimpin rohani oleh sebab itu dia bertugas untuk membawa bangsa Israel mentaati setiap Firman Allah dan dengan itulah kemuliaan Tuhan menyertai mereka.

Keluaran 33 - 34

SADAR AKAN POSISI DIRI Kita sudah membaca banyak hal mengenai keunggulan dan kehebatan Musa, peran apa yang dia mainkan dan bagaimana cara memainkannya sungguh luar bisa, tetapi ada hal yang lebih luar biasa lagi yaitu Musa tahu dan sadar akan posisi dirinya dihadapan Allah. Secara ability , Musa adalah orang hebat tetapi dia menyadari bahwa tanpa Allah dia tidak akan sanggup melewati fase demi fase dalam kehidupannya, itulah sebabnya dia memohon kasih karunia dan penyertaan Allah dalam langkah berikutnya. Kemampuan dan kesuksesan diri adalah godaan yang terbesar dalam hidup seseorang, karena diposisi itulah dia akan mulai menjadi sombong dan mencoba mengambil tempat Allah. Belajarlah dari Musa yang selalu sadar bahwa dihadapan Allah dia hanyalah alat dan hamba, yang tujuannya hanya satu yaitu TAAT.

Keluaran 32

PEMIMPIN, IMAM DAN GEMBALA Pemimpin, Imam dan Gembala. Itulah peranan yang dimainkan oleh Musa. Sebagai Pemimpin Musa mengarahkan dan membawa bangsa Israel untuk memeuhi panggilan Tuhan. Sebagai Imam, Musa menjadi penengah dan penyambung lidah antara Tuhan dan umatNya, dan sebagai seorang gembala, Musa memelihara iman dan kehidupan bangsa Israel termasuk mendengarkan segala keluhan. Peran ini sangat jelas dimainkan oleh Musa, Ketika bangsa Israel berdosa dihadapan Tuhan dengan membuat dan menyembah anak lembu emas maka Musa menyatakan kemarahannya, sebagai hamba Tuhan, Musa marah ketika bangsa itu tidak lagi taat kepada Tuhan. Tetapi sebagai Imam, Musa datang mendoakan bangsa itu agar terlepas dari hukuman. Sungguh, peran ini sangat tidak mudah tetapi Musa sanggup melakukannya, ini pertanda bahwa Tuhan tidak salah pilih orang.

Keluaran 24:12-18

PRIBADI YANG SEGERA Sungguh sangat berbeda antara Musa yang dulu dan yang sekarang. Dulu ketika dia dipanggil untuk pertamakalinya oleh Allah banyak alasan yang dinyatakan agar dia tidak pergi. Tetapi ketika pembacaan kita sampai ke ayat 24 dst. kita menemukan Musa yang sudah diperbaharui, sekarang menjadi pribadi yang segera, ketika Allah memanggil dirinya maka dia dengan segera memenuhi panggilannya, tanpa basa basi, tanpa alasan tanpa keberatan dan keluhan Musa langsung menyatakan kesanggupannya dan dia langsung berangkat memenuhi panggilan Tuhan pada saat itu juga. Ketaatan membutuhkan 'kesegeraan'. Jangan tunda tetapi harus segera.

HIDUP KUDUS SEBAGAI SYARAT PERTAMA UNTUK BERJUMPA DENGAN ALLAH

Standar Allah bagi manusia mengenai hidup tidak pernah berubah, yaitu kekudusan. Allah itu kudus oleh sebab barangsiapa yang mau mengalami perjumpaan dengan Dia haruslah orang memiliki hidup yang kudus. Itulah sebabnya mengapa Musa memerintahkan agar bangsa Israel menguduskan diri mereka sebelum berjumpa dengan Allah. Setelah bangsa Israel menguduskan diri mereka maka barulah Musa membawa mereka untuk berjumpa dengan Allah. Apa yang dilakukan oleh Musa bagi bangsa Israel adalah gambaran untuk apa yang Tuhan Yesus lakukan bagi manusia di atas kayu salib. Mengapa Dia rela mati dikayu salib, tidak lain dan tidak bukan adalah untuk menguduskan manusia, agar manusia dapat mengalami perjumpaan dengan Allah. Jadi tidaklah mungkin orang yang belum percaya kepada Tuhan dapat mengalami perjumpaan dan menjalin relasi dengan Allah. Keluaran 19 (bdk. Mazmur 15)

Keluaran 19 - 20

MEMIMPIN BANGSA UNTUK BERJUMPA DENGAN TUHAN Firman Tuhan menjadi dasar bagi Musa untuk memimpin bangsa Israel, itulah sebabnya apapun yang disampaikan Tuhan kepada Musa, hal itulah yang disampaikannya kepada bangsa Israel. Musa memiliki tugas bukan hanya untuk mengeluarkan bangsa Israel dari Mesir tetapi dia juga bertugas untuk membawa bangsa Israel mengalami perjumpaan dengan Allah. Oleh sebab itu dia sungguh-sungguh mempersiapkan bangsa ini untuk hidup kudus supaya dapat berjumpa dengan Tuhan.

Keluaran 18

SIKAP HORMAT Dari kisah kunjungan Yitro - sang mertua kepada Musa nampak sekali bahwa Musa tetap menaruh hormat kepada mertuanya tersebut. Tidak nampak kesan sombong dari Musa, walalupun dia adalah seorang pemimpin yang dipilih oleh Allah. Musa tetap menyambut Yitro dengan penuh rasa hormat bahkan Musapun menerima dengan baik usulan Yitro mengenai manajemen kerja dan pelayanan.

Keluaran 17:1-7

CURHAT KEPADA TUHAN Pemimpin biasanya menjadi orang yang sering mengalami loneliness syndrom, karena kekurangan tempat untuk curhat. Tapi tidak demikian dengan Musa, dia tahu dalam kondisi yang sangat tertekan karena berkali-kali dia melihat bagaimana bangsa Israel menjadi tidak tahu diri dan selalu mencobai Tuhan bahkan juga mengancam Musa beberapa kali maka hanya kepada Tuhanlah dia datang untuk mengeluarkan isi hatinya.

Keluaran 15:22-16:36

SPEAK WHAT GOD'S SPEAK Musa menyadari betul bahwa dirinya hanyalah alat yang dipakai oleh Tuhan. Dia tahu bahwa subyek dari segala sesuatu adalah Tuhan. Oleh sebab itu setiap dia menyampaikan sesuatu kepada bangsa Israel tidak menurut apa yang dia mau tetapi selalu menurut apa yang Tuhan mau. jadi Musa hanya mengatakan apa yang Tuhan katakan tidak lebih tidak kurang. Yang kedua, Musa juga sangat mengerti bahwa segala compalin yang bangsa Israel tujunkan kepadanya sesungguhnya bukan kepada dirinya tetapi kepada Tuhan, oleh sebab itu dia selalu mengingatkan "siapakah kami? mengapa kalian compalin pada kami, ingat kalian itu sedang complain kepada Tuhan". Sebagai seorang hamba Tuhan Musa tahu sia[a dirinya dan dimana posisinya.

Keluaran 15:1-21

BERSYUKUR Satu kualitas lagi yang bisa kita pelajari dari Musa adalah bersukur. Setelah melewati sebuah situasi yang sangat dramatis Musa mengajak orang Israel untuk bersyukur kepada Allah lewat sebuah pujian. Ini sebagai sebuah tanda bahwa mereka sangat terpesona menyaksikan pertolongan Tuhan dalam perjalanan mereka. Tuhan membuat jalan takala tak ada jalan. Dari sudut pandang teori kepemimpinan Musa adalah seorang pemimpin yang tidak ragu-ragu untuk mengadakan sebuh celebrate bagi semua keberhasilan yang telah dicapai. Bersyukur berarti mengakui segala karya Tuhan dalam hidup kita.

Keluaran 14

LEBIH TAHU LEBIH TENANG Musa dulu dan Musa yang sekarang sangat berbeda. Ketika awal-awal dipanggil oleh Allah, Musa berusaha menolaknya bahkan sempat mengeluh ketika mendapatkan dirinya ditolak oleh bangsa Israel. Tetapi kondisi ini sangat berbeda sekali ketika berada di tepi lautan Teberau. Kondisi yang dihapai Musa tetap sama - bahkan lebih dramatis, orang Israel mengeluh, menggerutu dan menyatakan bahwa Tuhan dan Musa salah memimpin mereka. bangsa Israel berteriak bahwa mereka lebih suka tetap diperbudak di Mesir daripada mati dipadang gurun. Coba bayangkan kalau seandainya diri kita adalah Musa - uihh bisa mangkel hati kita menghadapi orang-orang yang tidak tahu diri ini. Tetapi ternyata Musa bisa lebih tenang karena sekarang dia tahu bahwa Tuhanlah yang bekerja dan dia sangat yakin bila Tuhan yang bekerja maka Tuhan akan menyelesaikannya dengan baik. Musa tahu benar akan hal itu sehingga dia mengatakan kepada orang Israel "... Tuhan akan berperang untuk kamu, dan kamu ...

Keluaran 14

DIPIMPIN KE JALAN BUNTU Ketika Allah memanggil Musa untuk memimpin Israel berjalan keluar dari Mesir, maka Allah berfirman agar mereka berkemah di tepi laut. Berkemah di tepi laut???? Ini sih jalan buntu, sebab di depan mereka terbentang lautan yang luas sedangkan kiri kanan terbentang padang gurun yang luas. Itulah sebabnya kabar yang sampai ke telinga orang Mesir adalah orang Israel tersesat di padang gurun. Mengapa Tuhan memimpin kejalan yang buntu, oh ternyata Tuhan sedang mempersiapkan jalan untuk menyatakan kemuliaanNya. Musa bukanlah seorang yang bodoh, dia mengerti betul kondisi negeri Mesir. sayapun yakin bahwa dia mengerti bahwa tepi laut adalah jalan yang buntu. Dan jalan buntu itu berarti bunuh diri (bila orang Mesir mengejar) Musa sebagai orang yang dibesarkan di Mesir seharusnya tahu tempat mana yang aman untuk berkemah sekaligus berlindung bila orang Mesir mengejar. Tetapi sekali lagi Musa TAAT terhadap segala yang diFirmankan Allah - walalupun harus masuk kejalan bun...

Keluaran 11 - 13

MEMPERSIAPKAN UMAT TUHAN UNTUK MENYAMBUT TANGAN YANG KUAT Tak ada hari yang mendebarkan dan menakutkan selain hari itu, dimana Tuhan berencana untuk membunuh semua yang sulung entah itu manusia atau binatang, semuanya tak akan dilewati oleh maut yang mengerikan itu. Mengerikan memang bagi bangsa Mesir tetapi bagi bangsa Israel ini sebuah pembelajaran bagaimana Allah dengan tanganNya yang kuat membebaskan umatNya. Layaknya seorang ayah yang berusaha mati-matian dan dengan sekuat tenaga untuk menolong dan membebaskan anaknya dari cengkraman kejahatan, demikian juga yang dilakukan oleh Allah bagi umatNya. Dan untuk hal itulah Musa diperintahkan oleh Allah untuk mempersiapkan umatNya supaya mereka tahu bahwa tangan Allahlah yang telah membebaskan dan menuntun mereka keluar dari Mesir.

Keluaran 7:14 -10:29

TAAT SAMPAI TUNTAS Beberapa kali Firaun menginjinkan Musa dan bangsa Israel pergi untuk beribadah kepada Allah dengan syarat syarat tertentu. Bila Musa mau kompromi dan "berbaik hati" sedikit maka dia kan menyetujui apa yang diinginkan Firaun "ya Ok lag begitu juga baik dari pada tidak sama sekali". Tapi ini bukan masalah negosiasi tetapi masalah ketaatan. Mentaati Firman Tuhan itu harus tuntas, tidak boleh setengah-tengah. Taat bukanlah optional, bukan juga negosiasi. Taat adalah Taat. Melakukan semuanya persis serti yang Tuhan mau, itulah Taat. Itulah yeng menyebabkan Musa tidak mau berbogosiasi dengan Firaun, bagi Musa semua bangsa Israel termasuk harta dan segala ternak harus pergi semuanya. Karena Allah mau menmbebaskan Israel secara tuntas maka Musapun mentaati Tuhannya secara tuntas.

HATI YANG SUNGGUH

Sebuah perenungan tentang ketaatan Musa kepada Allah Kira kira, dengan hati yang seperti apakah Musa pergi kepada Firaun Bisa jadi Musa pergi dengan hati yang terpaksa. Musa tahu akan mengeraskan hatinya dan menolak Firman Tuhan oleh sebab itu diapun menyampaikan Firman Tuhan dengan asal-asalan, karena dia pikir "toh yang penting disampaikan, disapaikan sungguh-sungguhpun Firaun akan menolak juga" atau Dengan hati yang penuh kemarahan. Dengan semangat dia pergi untuk menyapaikan berita penghukuman karena dia berpikir . "lihat apa lagi yang akan dilakukan Tuhan ... a ha ... rasain lu Firaun ..." atau Musa pergi dengan hati yang sungguh, karena dia mau TAAT kepada Tuhan. Walaupun dia tahu Firaun akan menolak, walalupun dia tahu apa yang disampaikannya ibarat membentur tembok. Tapi Musa tak pernah lelah, bosan atau setengah hati untuk menyampaikannya. Musa pergi dan menyampaikannya dengan hati yang sungguh karena bagi dia yang penting adalah saya TAAT kepada Tuhan...

Keluaran 7:14- 10:29

BERBICARA KEPADA TEMBOK Siapa yang tahan bicara dengan tembok. Tidak mendengar kita dan tetap tegar tak bergeser sedikitpun. Ketika Musa diutus untuk berbicara kepada Firaun ibarat berbicara kepada tembok. Berkali-kali Firaun mengeraskan hati dan tidak mau mendengarkan Firman Allah. Ada pertanyaan dalam diri saya, mengapa Allah tidak langsung menyerang Firaun dengan memakai tulah kesepuluh? Mengapa Musa mau untuk pergi walalupun dia tahu bahwa Firaun akan yang mengeraskan hati? Tujuan Tuhan tetap yaitu untuk menunjukkan kepad Firaun siapa diriNya - menurut catatan lain bahwa yang diserang oleh Allah adalah para dewa yang menjadi kepercayaan orang Mesir. Musa tahu bahwa Firaun akan mengeraskan hati tetapi dengan yang dinituhkan Tuhan adalah TAAT dan Musa melakukan hal itu tanpa lelah dan bosan. Jadi dihadapan Allah bukanlah hasil tetapi TAAT. Musa dipakai oleh Tuhan bukan karena dia hebat tetapi karena dia mau TAAT walalupun harus melakukan hal yang tampaknya sia-sia saja.

Don't Take It Away

Sebuah perenungan mengenai perjalan hidup dan iman Musa B agi Musa tugas yang diberikan oleh Allah kepadanya sangat teramat berat, karena mau tak mau dia harus kembali ke masa lalu dalam hidupnya yang ingin dan "sudah" dia tinggalkan. Tetapi Allah tetap memanggil Musa untuk pergi, meninggalkan zona nyaman dan "kembali" untuk menghadapi masa lalu demi sebuah tujuan yaitu nama Tuhan dimasyurkan di antara orang Mesir dan Israel. Langkah yang harus diambil oleh Musa sungguh berat, - saya yakin bila dia diberi pilihan untuk menolak maka diapun akan menolaknya - berapa kali dia mencoba untuk menolak permintaan Allah tersebut dengan berbagai alasan - termasuk ketika dia menghadapi kenyataan bahwa jalannya yang dia tempuh ternyata menghadapi penolakan dan disalah mengerti - tetapi Allah mau supaya Musa tetap pergi walaupun Harun yang akan menjadi juru bicaranya. Allah sudah menyatakan tujuanNya dan Musa, pada akhirnya tetap taat dan pergi memenuhi panggilannya. Berat tet...

Keluaran 6:27 - 7:13

MISSION IMPOSSIBLE Musa diminta untuk untuk pergi kepada Firaun dan menyampaikan perintah Tuhan agar bangsa Israel dibebaskan, tetapi Allah memberitahukan terlebih dahulu kepada Musa bahwa Dia akan mengeraskan hati Firaun alias akan membuat Firaun menolak perintah Tuhan. Lho koq gitu? Inilah Mission Impossiblenya Musa di Mesir. Mengapa Allah melakukan hal tersebut? Alkitab mencatat ada tujuan lain selain membebaskan bangsa Israel yaitu supaya "... orang Mesir itu akan mengetahui, bahwa Akulah TUHAN, apabila Aku mengacungkan tangan-Ku terhadap Mesir dan membawa orang Israel keluar dari tengah-tengah mereka." (7:5). Dan untuk itulah Musa dipanggil, melewati segala kesulitan dan penolakkan yaitu agar banyak orang tahu siapa Tuhan.

Keluaran 6:1-26

TETAP PERGI WALAU BERAT Tidak mudah untuk melakukan sesuatu yang tidak kita sukai, langkah yang akan kita ayunkanpun terasa sangat berat. Dari awal Musa sudah menyatakan keberatannya kepada Tuhan untuk pergi ke Mesir, ditambah dengan kejadian dimana dia ditolak dan hukuman bagi bagsa Israel menjadi bertambah berat karenanya. Tetapi sekali lagi Allah meneguhkan panggilannya kepada Musa. Allah menyatakan diri sebagai Allah yang terikat oleh perjanjiannya dengan Israel sehingga Dia tidak akan pernah membiarkan umatNya ditindas. Pernyataan Allah ini menjadi sebuah peneguhan buat Musa bahwa Allah pasti akan membawa umatNya keluar dari Mesir walalupun tidak sekarang. Peneguhan dari Allah inilah yang akhirnya Musa tetap harus melangkah ke Mesir. Bila Allah yang menghendakinya - walau berat tetapi tetap harus melangkah.

Ezra 10

Pertobatan harus disertai dengan tindakan Mengapa Ezra meminta bangsa Israel untuk melakukan perintah Tuhan? Pengakuan dosa yang tidak disertai perbuatan bukanlah pengakuan dosa sejati. Pengakuan dosa tidak boleh hanya sebatas ucapan dibibir saja, melainkan harus ada tindakan yang menyertainya, sebagai bukti bahwa kita memang sungguh-sungguh mau meninggalkan dosa. Ezra meminta supaya bangsa Israel memutuskan setiap hubungan dengan dosa di dalam pernikahan mereka. Ini sebagai bentuk komitmen bahwa bangsa Israel mau meninggalkan dosa dan belajar hidup kudus di hadapan Tuhan. Pengakuan dosa yang dilakukan Ezra bukan hanya berlaku bagi sebagai orang saja tetapi berlaku secara menyeluruh, bahkan para imam (ay. 18) dan para penyanyi serta penunggu gerbang (ay. 24) pun tak luput dari teguran agar bertobat. Ini menandakan bahwa Allah menginginkan seluruh umatNya kudus, mulai dari para pemimpin, pelayan sampai kepada awam. Inilah pembaharuan rohani yang dilakukan oleh Allah melalui Ezra. ...

Ezra 9

Pentingnya Sebuah Pengakuan Dosa Seberapa pentingkah sebuah Pengakuan dosa di hadapan Allah? Allah adalah Allah yang maha tahu. Di dalam kemaha tahuanNya, Allah tahu segala dosa yang telah diperbuat oleh manusia di tempat tersembunyi sekalipun. Jadi sangat bodohlah manusia yang menyembunyikan dosanya di hadapan Allah. Bila Allah sudah tahu semua dosa kita, lalu apa pentingnya sebuah pengakuan dosa? Toh, tanpa mengakuinyapun Allah sudah tahu. Pengakuan dosa dihadapan Allah yang mahu sangatlah penting karena untuk menunjukkan dimana posisi kita sebenarnya. Dan Allah sangat menginginkan pengakuan kita. Sebagai contoh ketika Allah bertanya kepada Adam “dimanakah engkau?”(Kejadian 3:9). Saat Allah bertanya demikian bukan berarti Allah tidak tahu Adam bersembunyi dimana tetapi Allah ingin menunjukkan bahwa Adam sudah berada diposisi yang salah. Demikian juga dengan Ezra yang mewakili bangsa Israel mengakui dosa bangsa. Doa pengakuan yang dipanjatkan oleh Ezra sangat jelas untuk menu...

Ezra 8

Mengandalkan Tuhan Mengapa Ezra malu untuk meminta pengawalan tentara kerajaan dalam perjalannya menuju Yerusalem (ay. 22)? Alkitab menyatakan karena Ezra sudah “terlanjur” berbicara kepada raja bahwa Tangan Allah akan melindungi mereka (ay. 22). Kalau kita melihat sekilas yang menjadi alasan dari Ezra ada kesan bahwa Ezra kurang berhikmat. Kalau memang membutuhkan kenapa tidak mengakuinya dan memintanya saja, toh tidak ada yang salah dengan hal tersebut. Memang tidak ada yang salah bila Ezra meminta pengawalan dari pihak kerajaan. Tetapi bila Ezra tetap tidak mau melakukannya bukan karena sebuah gengsi pribadi, melainkan masalah pembuktian iman. Ezra beriman bahwa bila Allah yang memulai pekerjaan pembangunan maka Allahpun pasti akan menjaga umatNya untuk melangkah menuju Yerusalem. Yang kedua, Ezra lebih suka mengandalkan Allah daripada manusia, itulah sebabnya dia ...

Ezra 7

Kunci sebuah kesuksesan Faktor apa yang menjadi kunci kesuksesan Ezra di dalam hidupnya? Pertama, Kerja Keras. Boleh dikatakan bahwa Ezra mendapatkan jabatan sebagai imam karena garis keturunan dari Harun, sang imam kepala. Tetapi tidak serta merta Ezra berdiam diri dengan jabatannya tersebut, melainkan dia menuntut diri sedemikian rupa sehingga dia memiliki kualitas sebagai seorang imam dan ahli kitab. Tekad Ezra untuk meneliti Taurat TUHAN adalah hal yang luar biasa, karena bukan hanya sekedar meneliti dan mengajarkannya tetapi dia juga melakukannya dalam hidup sehari hari. Itulah kerja keras Ezra, sehingga dia memang layak disebut sebagai ahli kitab. Kedua, Penyertaan Tuhan. Walaupun Ezra adalah seorang yang ahli dalam bidangnya tetapi dia sangat menyadari bahwa tangan Tuhanlah yang pada akhirnya membuat dirinya berhasil. Dua kali dalam pasal ini dicatat bahwa Tangan Tuhan membuat Ezra berhasil (ay. 6 & 28). Dalam hal ini Ezra menyadari bahwa dia idak mungkin berhasil t...

Ezra 5-6

Waktu Tuhan Mengapa Allah membiarkan pembangunan tertunda hingga pemerintahan Darius? Tentunya Allah memiliki alasan tersendiri mengapa Dia “membiarkan” pembangunan bait suci tertunda hingga waktu pemerintahan Darius. Memang Alkitab tidak menjelaskan alasannya, tetapi satu hal yang harus kita yakini bahwa waktu Allah adalah waktu yang terbaik. Pernyataan “pada waktu itu” (5:3), bisa jadi menunjuk pada satu periode di tahun 520 B.C., satu tahun setelah pemberontakan Babylonia terhadap Persia berhasil di gagalkan (November, 521 B.C). Bila kita merenungkannya secara seksama, tentu semuanya ini ada dalam rencana Tuhan bagi umatNya. Tuhan mengatur dan memakai setiap waktu sedemikian rupa, sehingga semuanya menjadi indah tepat pada waktunya. Termasuk ketika Tatnai, bupati daerah sebelah barat sungai Efrat dan Syetar-Boznai beserta rekan-rekannya mendatangi bangsa Israel, itupun dipakai oleh Tuhan untuk membawa pembaharuan izin pembangunan bait suci kembali oleh raja Darius. ”*Terkadan...

Ezra 4

Jalan Tuhan tak selalu mulus Tekanan psikologis apa yang diterima oleh bangsa Israel dari lawan-lawannya? Pembangunan bait suci ternyata tidak berjalan mulus. Israel mendapat tantangan dari lawan-lawannya (ay. 1). Mereka berusaha mengacaukan pembangunan dengan berpura-pura ingin membantu, tetapi di tolak oleh Zerubabel. Mengapa ditolak? Karena walaupun mereka menyebut diri sebagai orang-orang yang menyembah Allah tetapi pada prakteknya mereka adalah penyembah-penyembah berhala. Konsep kesucian menjadi alasan penolakan tersebut. Para penyembah berhala tidak punya hak untuk membangun bait suci. Tetapi para musuh Israel ini tidak tinggal diam, mereka mulai melemahkan semangat bangsa Israel dan juga mengajukan surat keberatan pembangunan kepada Raja Ahasyweros, segala kebohongan diajukan dan hasilnya pembangunan terhenti selama 18 tahun (538 SM – 520 SM). *Tuhan Yesus mengatakan bahwa konsekuensi mengikut Dia adalah menerima kebencian dunia. Itu sebabnya jalan Tuhan tidak selalu mul...

Ezra 3

Gereja: Identitas kita sebagai umat Allah Mengapa momentum peletakan dasar bait suci membuat bangsa Israel bersukacita dan para orang tua menangis? Keberadaan bait suci bangsa Israel adalah sesuatu yang penting karena mewakili kehadiran Allah ditengah umatNya. Kehilangan bait suci berarti kehilangan identitas sebagai umat Allah. Oleh sebab itu pembangunan kembali bait suci bukan hanya sekedar membangun tempat ibadah tetapi sebuah momentum pengembalian identitas mereka sebagai umat Allah. Oleh sebab itu sukacita dan tangisan yang diekspresikan bangsa Israel bukan hanya sekedar ekspresi kebahagiaan karena mendapatkan sesautu yang baru tetapi sebuah ekspresi syukur kepada Tuhan atas kebaikanNya. Kebaikan Tuhanlah yang telah mengembalikan identitas mereka sebagai umat Allah. Dan dikembalikannya identitas sebagai umat Allah adalah tanda bahwa Allah telah melakukan rekonsiliasi dan pengampuan kepada bangsa Israel sekaligus penetapan berakhirnya masa pembuangan (penghukuman). Tak ada...

Ezra 1-2

Gerakan Hati di Tahun yang baru Mengapa raja Koresy mengijinkan bangsa Israel untuk membangun kembali bait suci di Yerusalem? Tak akan pernah ada yang menyangka seorang raja memerintahkan tawanannya untuk pulang dan membangun kembali negerinya. Tetapi itulah yang terjadi takala raja Koresy memerintahkan bangsa Israel untuk kembali dan membangun bait suci di Yerusalem. Mengapa bisa terjadi demikian? Karena Allah menggerakkan hati Koresy (1:1). Ini luar biasa. Seorang Raja yang bukan orang Israel tetapi bisa dipakai oleh Allah untuk menggenapkan Firman Tuhan. Gerakan Allahpun tidak berhenti sampai di hati Koresy, pasal 2 menjelaskan bahwa Allahpun menggerakkan hati bangsa Israel untuk memberi persembahan bagi pembangunan bait suci (2:68-69) . *Tahun baru adalah sebuah momentum yang sering kita pakai untuk membuat komitmen atau memperbaharui tekad kita dalam menjalani hidup. Mengambil komitmen untuk diri sendiri adalah hal yang baik dan perlu dilakukan karena dengan demikian kita...

Ezra: Pengantar

Restorasi Restorasi atau pembaharuan adalah kata yang tepat untuk menggambarkan isi keseluruhan kitab Ezra. Ada dua hal yang direstorasi oleh Ezra yaitu pembangunan bait suci dan pembangunan rohani bangsa Israel. Bagi bangsa Israel, keberadaan bait suci bukan hanya sebagai tempat untuk beribadah saja melainkan sebuah identitas sebagai umat Allah. Keberadaan bait suci mewakili kehadiran Allah ditengah umatNya. Kehancuran bait suci memang tidak secara langsung mengartikan bahwa Allah telah meninggalkan umatNya, karena pada hakekatnya Allah tidak dibatasi oleh sebuah gedung, tetapi hal tersebut menunjukkan ‘lambang’ bahwa bangsa Israel sedang dibawah penghukuman Tuhan. Dan bagi Israel ditinggalkan (dibuang) oleh Allah adalah sebuah penghukuman yang paling berat. Pembangunan bait suci buakan hanya sekedar pembaharuan tempat ibadah saja, melainkan pembaharuan identitas sebagai umat Allah. Oleh sebab itu fokus dari Ezra bukan hanya kepada bait suci secara ...